Self-Diagnose dan Dampak Burnum Effect pada Gen z di Era Digital
DOI:
https://doi.org/10.69836/nexus.v2i1.311Keywords:
burnum effect, self-diagnose, Gen ZAbstract
Gen z merupakan kelompok masyarakat yang aktif dalam mengakses informasi dan mengonsumsi berbagai konten digital, termasuk informasi psikologi yang ada di berbagai platform media sosial. Akan tetapi, paparan konten tersebut sering kali memicu munculnya kecenderungan pada individu untuk mengaitkan pengalaman pribadinya dengan deskripsi yang mereka temukan di media sosial. Akibatnya, tidak sedikit individu atau Gen z yang kemudian melakukan self-diagnose, yaitu upaya mendiagnosis kondisi psikologis dirinya sendiri berdasarkan informasi yang tersedia yang berkaitan dengan gejala yang dirasakan tanpa melalui proses asesmen profesional. Salah satu faktor psikologis yang dapat menjelaskan kecenderungan tersebut adalah Burnum effect. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menjelaskan bagaimana Burnum effect berkaitan erat dengan perilaku self-diagnose pada Gen z, yaitu bagaimana kecenderungan individu mempercayai deskripsi kepribadian yang bersifat umum dapat mendorong mereka untuk mendiagnosis kondisi psikologisnya sendiri tanpa bantuan profesional. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui studi literatur. Hasil dan pembahasan studi literatur mengenai burnum effect yang menjadi faktor utama dalam perilaku Self-Diagnose, ditemukan bahwa burnum effect berkaitan erat dengan perilaku Self-Diagnose karena burnum effect merupakan kondisi psikologis dimana individu memiliki kecenderungan mempercayai sebuah deskripsi terkait kepribadian yang bersifat umum namun seolah olah menggambarkan dirinya secara khusus. Kesimpulannya artikel ini menegaskan bahwa Burnum effect dan kemudahan akses informasi di media sosial merupakan kombinasi yang mendorong Gen z untuk melakukan Self-Diagnose, yang pada akhirnya berpotensi membahayakan kesehatan mental mereka jika tidak disertai dengan literasi digital yang memadai.
References
Afdhal, A. W., Lukman, & Ridfah, A. (2024). Tes Kepribadian Online Membentuk Kepribadianku, Benarkah?: Burnum effect Ditinjau Dari Perbedaan Jenis Kelamin. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 3(6), 771–782.
Affandi, A. A., & Dewi, S. K. (2024). Risiko Penurunan Kondisi Kesehatan Mental pada Remaja Pengguna Media Sosial yang Melakukan Self-diagnose. Jurnal Psikologi Universitas Sanata Dharma, 5(1), 51–60. https://doi.org/https://doi.org/10.24071/suksma.v5i1.7687
Amarullah, A., Setyawati, H., Seran, I. C., & Fevi Aristia, B. (2025). STOP SELF-DIAGNOSIS, MULAI KONSULTASI: MEMBANGUN KESADARAN PENGGUNAAN OBAT YANG TEPAT. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 96–100. https://ojs.unkriswina.ac.id/
Amrah, N., Murdiana, S., & Ismail, I. (2024). Gambaran Self-diagnose Mental Disorder pada Dewasa Awal Pengguna Media Sosial. Jurnal Ilmiah Psikomuda Connectedness, 4(1), 35–47. https://e-journal.unimudasorong.ac.id/index.php/jipmc/article/view/1297
Anggreiny, R., & Maryana. (2026). EXPLORASI PERILAKU SELF-DIAGNOSE PADA MAHASISWA PSIKOLOGI. Jurnal Ilmiah Zona Psikologi Universitas Batam, 8(2), 116–126. https://doi.org/https://doi.org/10.37776/jizp.v8i2.2166
Dewi, L., & Saputra, W. (2025). Analisis Hubungan Literasi Kesehatan Digital Terhadap Perilaku Self-Diagnosis pada Gen z . Jurnal Dinamika Sosial Dan Sains , 2(8), 1094–1101. https://doi.org/https://doi.org/10.60145/jdss.v2i8.220
Faradiba, A. T., Kyistyanti, N. M. R., Maulidina, F., & Indriani, R. (2021). Burnum effect pada Kepribadian Lima Faktor. Mind Set Edisi Khusus TIN, 1(1), 96–104. https://doi.org/https://doi.org/10.35814/mindset.v1i01.2587
Febriana, E., & Amalia, U. (2024). Dampak Konten Bertema Psikologi Dalam Media Sosial TikTok Terhadap Fenomena Self-diagnose Pada Gen z. Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan, 2(4), 239–250. https://doi.org/10.55606/lencana.v2i4.4063
Gonthier, C., & Thomassin, N. (2025). Getting Students Interested in Psychological Measurement by Experiencing the Burnum effect. Teaching of Psychology, 52(2), 183–192. https://doi.org/10.1177/00986283241240454
Normansyah, Mulyana, D., & Mirawati, I. (2024). MENGUNGKAP TREN SELF-DIAGNOSIS GEN Z: MOTIF PENGGUNAAN KALKULATOR KESEHATAN MENTAL DI MEDIA SOSIAL. Jurnal Praksis Dan Dedikasi (JPDS) Oktober, 7(2), 196–205. https://doi.org/10.17977/um022v7i2p196-205
Palondongan, W. J. (2026). Gambaran Perilaku Self Diagnosis dan Tingkat Literasi Kesehatan Masyarakat Usia 18-44Tahun di Wilayah Tataaran 1. Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum, 4(1), 65–73. https://doi.org/https://doi.org/10.62027/praba.v4i1.669
Putri, M. C., Aristi, D., Alkaff, N. R., Desita, K. U., & Meilani, H. (2025). Literasi Kesehatan Mental dan Perilaku Diagnosis Diri pada Mahasiswa. Perilaku Dan Promosi Kesehatan: Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior, 6(2), 64–72. https://doi.org/10.47034/ppk.v6i2.1090
Ramadhani, N. D., & Hatta, I. M. (2025). Pengaruh Literasi Kesehatan Mental terhadap Perilaku Self-Diagnosis Mahasiswa Universitas Islam Bandung. Bandung Conference Series: Psychology Science, 5(2), 951–960. https://doi.org/10.29313/bcsps.v5i2.18687
Riendani, C. R., S, I. R. A., Abhinaya, A., Abdillah, A. R., & Mufadhol, B. D. (2025). Pengaruh Algoritma Media Sosial terhadap Selektivitas Konsumsi Berita Politik pada Gen z di Indonesia. Jurnal Pustaka Cendekia Hukum Dan Ilmu Sosial, 2(3), 224–228. https://pchukumsosial.org/index.php/pchs
Rizkiani, M. A., Masyani, S. I., & Purbasari, S. (2022). PERANCANGAN MOTION GRAPHIC MENGENAI SELF-DIAGNOSE KESEHATAN MENTAL OLEH KOMUNITAS PETUALANGAN MENUJU SESUATU UNTUK REMAJA DI KOTA BANDUNG. In Search (Informatic, Science, Entrepreneur, Applied Art, Research, Humanism), 21(1), 163–173. https://doi.org/https://doi.org/10.37278/insearch.v21i1.908
Shi, R., & Petrakaki, D. (2026). User-AI intimacy in digital health. Social Science and Medicine, 389. https://doi.org/10.1016/j.socscimed.2025.118853
Sundari, U. Y., Panudju, A. A. T., Nugraha, A. W., Purba, F., Erlina, Y., Nurbaiti, N., Kalalinggi, S. Y., Afifah, A., Suheria, Elsandika, G., Setiawan, R. Y., Alfiyani, L., & Pereiz, Z. (2024). Metodologi Penelitian (Suhardi, Ed.; 1st ed.). CV. Gita Lentera. https://gitalentera.com
Wicaksana, G. S., Indiana, N. M., & Putra, I. P. G. B. M. (2026). Media Sosial Dan Self Diagnotic Remaja. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 2026. https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3600
Widiastuti, I., Miranda, ;, Putri, D., Dwi, ;, Universitas, S., & Jaya, P. (2023). Pengaruh Kepercayaan Zodiak Pada Spiritualitas Anak Muda. 1(2), 1–25. https://doi.org/10.11111/nusantara.xxxxxxx
Widiastuti, I., Putri Miranda Dwiyanti, & Safitry, D. (2023). Pengaruh Kepercayaan Zodiak Pada Spiritualitas Anak Muda. Moderasi: Jurnal Kajian Islam Kontemporer, 1(2), 1–25. https://doi.org/10.11111/nusantara.xxxxxxx
Wijaya, R., Ramdan, A. R., Asariningrum, D., Syantifa, R. A., & Sarathan, I. (2024). Fenomena Self-diagnose terhadap Konten Kesehatan Mental di Media Sosial Tiktok: Analisis Wacana Multimodal terhadap Asumsi Masyarakat di Kolom Komentar. JSSH (Jurnal Sains Sosial Dan Humaniora), 8(2), 125–134. https://doi.org/10.30595/jssh.v8i2.23784
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nirina Khoirun Naja Musyafa, Fitria Nur Aini Dzumirroh, Nabila Mairantika, Aulia Reiha Nisa (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
